Jumat, 01 April 2011

Robot Ini Solusi Komunikasi Mati Saat Bencana


Suasana Kota Kesennuma, Jepang, setelah gempa bumi dan tsunami


Semua hal lumpuh saat bencana terjadi, termasuk sistem komunikasi. Padahal, untuk membangun jaringan komunikasi di area bencana sering kali makan waktu, dan itu berakibat fatal, menghambat kerja tim penyelamat untuk menyelamatkan banyak nyawa.

Namun, sistem terbaru berupa robot yang bisa terbang secara otonom kini sedang dikembangkan oleh Federal Institute of Technology in Lausanne (EPFL). Robot terbang ini bisa membentuk jaringan darurat nirkabel yang lebih cepat, lebih bisa diandalkan, dan lebih terjangkau.

Robot ini bagian dari Swarming Micro Air Vehicle Network (SMAVNET) atau proyek riset Laboratory of Intelligent Systems (LIS) EPFL yang bertujuan mempelajari kecerdasan binatang, meniru dan perilaku kolektif koloni binatang atau serangga. "Tujuannya, untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat diterapkan dalam skrenario bencana," kata ilmuwan riset LIS, Jean-Christophe Zufferey seperti dimuat CNN.

"Kami memulai penelitian di EPFL pada robot yang terispirasi biologi pada tahun 2001, mulai dari robot serangga yang bisa menghindar dari kemungkinan menubruk dinding atau tanah. Setelah sukses, kami melangkah maju dengan melakukan penelitian di luar ruangan."

Lantas, hal itu mengawali pembuatan "flying wing" atau "sayap terbang" -- satu dari 10 perangkat yang diterbangkan secara bersamaan -- sebagai bagian dari proyek SMAVNET.

Sayap-sayap terbang itu dibuat dari busa plastik ringan bertenaga baterai lithium di motor belakangnya. Micro Air Vehicles (MAVs) -- demikian ia dinamakan, diluncurkan seperti Frisbee.

Setelah mengudara, sistem autopilot akan mengontrol ketinggian, kecepatan, dan laju beloknya. Di saat yang sama MAVs menghindari tabrakan udara dengan berkomunikasi satu sama lain melalui sensor aliran optik.

Sensor yang dipasang di depan setiap MAV, memungkinkan untuk mendeteksi jarak antara obyek dan berubah arah jika mereka terlalu dekat satu sama lain. Inspirasinya berasal dari kerumunan semut yang berjalan beriringan dari sarang mereka ke sumber makanan. "Sensor mirip dengan yang ditemukan di sebuah mouse komputer - mereka benar-benar detektor optik bagus," kata Zufferey.

Data final untuk proyek SMAVNET saat ini sedang dikumpulkan sebelum peneliti LIS memulai sebuah proyek tindak lanjut yang disebut "Swarmix"-- yang akan mengeksplorasi bagaimana kawanan robot dapat digunakan untuk membantu penanganan di daerah bencana.

Idenya, kelompok MAVs yang diterbangkan bersamaan akan dilengkapi dengan modul nirkabel kecil untuk membentuk sebuah jaringan ad-hoc yang bisa digunakan tim penyelamat untuk berkomunikasi.

Robot terbang kecil memiliki keunggulan daripada perangkat jaringan di atas tanah. Setidaknya, medan pasca bencana yang sulit tak lagi jadi halangan. Alat ini juga tak tergantung sensor yang mahal atau peralatan lahar.

Namun, alat ini belum sempurna. Perlu sejumlah modifikasi. Masalah yang paling kentara adalah daya tahan - MAVs yang berukuran kecil hanya mampu bertahan di udara selama 30 sampai 60 menit. Energi surya sedang dipertimbangkan untuk memecahkan masalah ini.

Sebaliknya, ada keuntungan dari ukuran pesawat yang kecil -- yang beratnya sekitar 420 gram, yakni tidak akan menyebabkan kerusakan jika menabrak sesuatu atau orang.

Tak hanya menyediakan jaringan komunikasi saat bencana, pesawat ini juga bisa digunakan dalam berbagai misi; foto udara, pemetaan 2D dan 3D, juga untuk pemantauan lingkungan.

Kapan produk ini bisa dipasarkan? Kata Zufferey, tunggu hingga dua sampai empat tahun mendatang.

vivanews

Ditemukan, Lem Khusus Luar Angkasa


Berbeda dengan lem biasa yang menjadi rapuh dan retak saat kondisi mengering, zat yang ditemukan ini justru malah semakin menempel dengan erat.

Sebuah zat perekat baru dengan bahan yang unik ditemukan. Zat ini bisa membuat benda menempel lebih mudah di luar angkasa. Meski tidak sekuat lem lain yang biasa ditemukan di supermarket, namun ia punya sifat lengket yang unik, khususnya ketika digunakan di lingkungan kering seperti di luar angkasa.

Di ruang angkasa, astronot dapat memanfaatkan lem baru ini misalnya untuk mengganti keramik yang rusak di pesawat. Zat ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pemicu saat dipasang di perangkat pendeteksi kelembaban.

Sebagai bahan, lem itu menggunakan peptide – serangkaian asam amino yang umumnya ditemukan di tubuh – yang menjadi semakin lengket saat pH mencapai level 9. Seperti diketahui, skala pH digunakan untuk mengukur seberapa tinggi tingkat keasaman sebuah substansi dengan skala 0 (sangat asam) hingga 14 untuk tingkat terendah.

“Cara kerja peptide ini adalah saat pH dinaikkan, ia akan membentuk jaringan yang panjang. Jaringan-jaringan itu kemudian saling menjerat,” kata John Tomich, seorang profesor dari Kansas State University, yang menemukan bahan perekat tersebut, seperti dikutip dari Space.com, 30 Maret 2011. “Jika Anda lihat, benda ini tampak seperti spaghetti,” ucapnya.

Tomich menyebutkan, jaringan itu akan membentuk dan jika ia berada di permukaan yang keras, ia akan menangkap ujung dan lubang dari apapun bahan permukaan itu. “Lem umumnya menjadi rapuh dan retak saat kelembaban hilang, akan tetapi zat ini malah semakin lengket,” ucapnya.

“Zat ini juga bisa dimanfaatkan sebagai alat pemicu pada perangkat pendeteksi kelembaban,” ucap Tomich. “Cukup pasangkan zat ini pada sirkuit atau semacamnya. Dan ketika kelembaban mencapai level tertentu, zat ini akan rusak dan mengaktifkan sirkuit yang menghidupkan alarm,” ucapnya.

Jika ada peminat, lem tersebut sudah siap diproduksi secara massal.

vivanews

Komunikasi 'Telepon' dari Angkasa Sukses


REBR, perangkat 'telepon' untuk pesawat ruang angkasa.


Di dalam pesawat kargo Kounotori 2 yang hangus terbakar, sebuah sensor berteknologi tinggi yang terpasang berhasil memantau detail saat-saat pesawat tersebut masuk ke atmosfir Bumi dan terjun ke Samudera Pasifik.

Data yang dikumpulkan kemudian dikirimkan lewat satelit untuk dianalisis lebih lanjut oleh para peneliti.

Sensor pada Kounotori 2 itu sendiri merupakan sebuah perangkat otomatis kecil yang disebut dengan Re-entry Breakup Recorder, atau REBR. Ia mampu merekam temperatur, akselerasi, kecepatan rotasi, dan data lain dari misi pesawat angkut itu.

“REBR merupakan sebuah alat yang dimungkinkan karena hadirnya teknologi telepon seluler. Ia terbuat dari berbagai sensor kecil dan komponen-komponen ponsel dalam ukuran mini,” kata William Ailor, Director of the Center for Orbital and Reentry Debris Studies at The Aerospace Corporation in El Segundo, California, AS.

Seperti dikutip dari Space, Kamis 31 Maret 2011, pada dasarnya REBR merupakan telepon satelit yang dilengkapi dengan lapisan pelindung panas.

“REBR mengumpulkan data saat Kounotori 2 mulai hancur dan berhasil ‘menelepon ke rumah’ untuk menginformasikan data-data tersebut dan juga merekamnya,” kata Ailor. “Bahkan, saat pesawat kargo itu sudah mendarat di samudera, ia masih mentransmisikan data,” ucapnya.

Proyek pengembangan REBR sendiri didukung oleh angkatan udara AS, NASA, dan Boeing. Uji coba pertama perangkat komunikasi otomatis itu dilakukan oleh departemen pertahanan. Adapun uji coba kedua terhadap REBR akan dilakukan awal Juni mendatang. Ia akan dipasang di pesawat kargo milik Eropa, bernama Johannes Kepler.

vivanews

Rumah Ini Laku Dijual Rp870,5 Miliar


Pemandangan rumah seharga US$100 juta di California, AS


Pasar perumahan Amerika Serikat (AS) tengah berjuang keras untuk kembali bangkit. Namun, rumah super mahal di AS masih tetap diminati.

Menurut kantor berita Associated Press, suatu rumah untuk keluarga tunggal di jantung Silicon Valley, California, baru-baru ini laku terjual seharga US$100 juta, atau sekitar Rp870,5 miliar. Pembelinya adalah seorang miliarder Rusia, Yuri Milner. Dia adalah investor kakap untuk laman jejaring sosial Facebook, laman bisnis Groupon dan situs produsen game komputer "Farmville," Zynga.

Milner tak ragu mengeluarkan kocek besar untuk menempati suatu rumah seluas 2.369 meter per segi di Kota Los Altos Hills, yang terkenal dengan julukan Bukit Silikon. Ini merupakan salah satu jual-beli rumah keluarga tunggal termahal dalam sejarah AS.

Namun, orang kaya berusia 49 tahun itu belum berencana segera hijrah ke rumah baru. Milner juga dikenal sebagai pendiri firma investasi Internet, Digital Sky Technologies, dan memimpin grup korporasi Mail.ru.

Bukan kali ini saja orang Rusia membeli rumah super mahal di Amerika. Dua tahun lalu, miliarder yang juga berasal dari Rusia, Dmitry Rybolovlev, membeli rumah mewah di Palm Beach milik konglomerat properti Amerika, Donald Trump. Nilainya juga sama, yaitu US$100 juta.


vivanews

10 Laptop terbaik di tahun 2011 yang direkomendasikan untuk dibeli

Di Tahun 2011 ini, banyak produk-produk laptop yang beredar di pasaran. Hampir semuanya menawarkan fasilitas yang canggih dan bersaing. Maka tak heran jika justru membuat orang-orang menjadi bingung untuk memilih Laptop yang bagus untuk mereka. Tapi jangan kuatir pembaca sekalian. Dalam postingan kali ini, saya akan memberikan daftar 10 Laptop terbaik di tahun 2011 yang layak direkomendasikan untuk dibeli.

Daftar ini dibuat berdasarkan pertimbangan kualitas, fasilitas, Layar, Prosessor, hingga faktor-faktor pendukung laiya yang mempengaruhi kinerja Laptop tersebut.

Berikut ini adalah daftar 10 Laptop terbaik di tahun 2011 yang layak direkomendasikan untuk dibeli (Berikut Spesifikasinya):

10. Apple MacBook Air

• Brand : Apple
• Model : MacBook Air (1.86 GHz)
• Processor : Intel core2 Duo
• Operating System : Mac OS X + Life
• Display Screen Size & Type : 13.3″ Inch & LED-backlit
• Display Resolution : 1280 * 800
• Processor Cache Memory : 6144 KB
• RAM: 2048 MB
• Hard Disk Drive: 128 (Solid State)
• Video Display Card: Dedicated
• Video Card Memory: 256 MB
• Wi-fi : 802.11n
• USB Port: 1
• Mouse Type: Touchpad
• Weight: 1.36 Kg
• Battery Life: 4.5 Hours
• Color Option: Aluminum
• Warranty Period: One Year

9. Lenovo G550

• Intel Pentium Dual-Core T4200 (2.00GHz, 1MB L2 cache, 800MHz FSB)
• Microsoft Genuine Windows Vista Home Premium (w/ SP1)
• 15.6-inch glossy 16:9 display (1366×768)
• Intel Graphics Media Accelerator 4500MHD
• 3GB DDR3 1066MHz RAM
• 250GB Western Digital 5400RPM HDD
• SuperMulti DVD+/-RW Optical Drive
• Broadcom WiFi (802.11b/g), 10/100 Ethernet, Modem
• 6-Cell 11.1V 48WHr Battery
• Limited 1-year standard parts and labor warranty
• Dimensions: LxWxH, 14.9 x 9.6 x 1.4″
• Weight: 5lbs 9.0oz

8. Toshiba Satellite L645D

• 14.0 inches of diagonal wide screen TruBrite TFT screen
• 1366 x 768 pixel of screen resolution
• 1MB L2 cache
• 3GB DDR3 system memory
• 320GB (5400 RPM) hard disk drive
• Microsoft Windows 7 Home Premium operating system (64-bit version)
• 2.2 GHz AMD Athlon II Dual-Core P340 processor
• ATI Radeon HD 4250 graphics card
• 8x SuperMulti DVD drive
• Toshiba Media Controller
• Wi-Fi networking connectivity
• Fast Ethernet (10/100)
• Microsoft Office Starter 2010
• Multi in 1 digital media reader
• Built-in stereo speakers with Dolby Advanced Audio
• 3 total USB 2.0 ports with 1 eSATA/USB combo port
• 6 cell/48Wh Lithium Ion battery
• VGA video output
• Microphone and headphone jacks
• 13.3 x 9.13 x 1.5 inches of dimension
• 4.98 pounds of weight

7. HP Pavilion DV6

• Chipset: AMD M770
• L2 Cache : 1MB
• FSB : Up to 3600MHz
• 4GB PC2-6400 DDR2 RAM (800MHz)
• 320GB SATA Hard Disk Drive with HDD Protection ( RPM 5400)
• Super Multi Drive DVD +/- RW / +/-R Writer (Light Scribe)
• 15.6″ Widescreen (WXGA) with Bright view Technology
• Windows Vista Home Premium Operating System (32Bit)
• Fingerprint Reader
• VGA Webcam
• Microphones
• Integrated 802.11a/b/g/draft-n Wireless LAN
• Bluetooth
• ATI Mobility Radeon HD 4650 -1GB Dedicated Graphics
• One HDMI v1.3 Port
• One eSATA/USB Combo Port
• 3 USB 2.0 Ports
• Weight : 2.93Kgs
• 6 Cell Lithium Battery
• Carry Case
• HP Mobile Express Card Remote Control
• HP Games

6. ASUS UL30A

• 13.3-inch LED-backlit display
• A full-sized island-style keyboard
• Integrated web camera
• Pre-installed Microsoft Windows 7 Home Premium OS
• 4GB RAM
• 500GB hard drive
• 1.3GHz Intel SU7300 core 2 duo processor
• 3 USB slots
• Multi-format memory card reader
• Altec Lansing speakers, & SRS surround
• HDMI port

5. Dell Inspiron i14R

• 2.13GHz Intel Pentium Core i3-330M processor with 3MB cache
• 4GB DDR3 SDRAM at 1066MHz
• 500GB, 5400 RPM hard drive; 8x Dual-Layer DVD+/-RW Drive
• Integrated Intel HD Graphics and 14-inch High-Definition WLED
• Genuine Windows 7 Home Premium (64-Bit) operating system
Processor, Memory, and Motherboard
• Processor: 2.26 hertz Intel Core i3
• RAM: 4 GB
• Memory Slots: 2
• Hard Drive: 500 GB
• Speed: 5400 rpm

4. Alienware M11X

• Intel Core TM 2 Duo SU7300 (1.3GHz/800Mhz FSB/3MB cache)
• Genuine Windows® 7 Ultimate 64-Bit
• 2, 4, 8GB Dual Channel DDR3 at 800MHz
• Mobile Intel® GS45 Chipset
• 1024MB NVIDIA® GeForce® GT335M
• 11.6 inch display (1366X768)
• Internal High-Definition 5.1 Surround Sound Audio
• Up to 640GB5 SATA II hard drive (7200RPM)
• (Optional) External USB Slot-Loading DVD Burner (DVD±RW)
• 8 Cell Prismatic (64 whr) – Primary
• IEEE 1394a (4-pin) port
• Integrated Ethernet RJ-45 (100 Mbps)
• Audio In / Microphone Jack (remarkable for 5.1 audio)
• Two Built-In Front Speakers
• Height: 32.7mm (1.29 inches)
• Width: 285.7mm (11.25 inches)
• Depth: 233.3mm (9.19 inches)

3. Toshiba Portege R700

• 13.3″ HD widescreen LED-backlit display
• Intel Core i3, i5, i7 processor options
• 4GB DDR 3 RAM
• Airflow Cooling Technology
• Premium raised keyboard
• TouchPad with customizable Multi-Touch Control
• Windows 7 professional
• ExpressCard, eSATA/USB combo port, webcam
• DVD SuperMulti drive
• Docking capabilities

2. HP Envy 14

• Intel(R) Core(TM) i7-720QM Quad Core processor (1.6GHz, 6MB L3 Cache) with Turbo Boost up to 2.8 GHz
• 1GB ATI Mobility Radeon(TM) HD 5650 DDR3 graphics [HDMI] – For Quad Core Processors
• 6GB DDR3 System Memory (2 Dimm)
• 640GB 7200RPM Hard Drive with HP ProtectSmart Hard Drive Protection
• 8 Cell Lithium Ion Battery (standard) – Up to 6.0 hours of battery life +++
• 14.5″ diagonal High Definition HP BrightView Infinity LED Display (1366×768)
• SuperMulti 8X DVD+/-R/RW with Double Layer Support
• HP TrueVision HD Webcam and Dual Digital Integrated Microphones
• Intel Wireless-N Card with Bluetooth
• Backlit Keyboard
• Adobe(R) Photoshop(R) Elements 8 & Adobe Premiere(R) Elements 8

1. Apple MACBook Pro

• OS: Mac OS 10.6: Snow Leopard
• Screen: 17-inch, 1920×1200
• Processor: Quad core Intel i7 2.2Ghz
• Graphics: Intel HD Graphics 3000, with 1GB AMD Radeon HD 6750M
• Memory: 4GB (2x2GB)
• Storage: 750GB
• Optical drive: Yes
• Battery claimed: Seven hours
• Connections: FireWire 800, 3xUSB 2.0, Thunderbolt, Audio in, Audio out, N Wi-Fi, Bluetooth 2.1, Express card
• Dimensions/Weight: 250x393x27mm/2.99kg



serba-sepuluh