Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2011

Ditemukan, Virus untuk Optimalkan Sel Surya

Diagram M13, virus yang berhasil mengoptimalkan efisiensi sel surya.

Peneliti asal Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi proses konversi sinar matahari menjadi energi secara signifikan.

Caranya, mereka menggunakan virus untuk melakukan proses perakitan di tingkat mikroskopik. Adapun “pekerjaan” yang dilakukan virus itu antara lain adalah berinteraksi dengan karbon nanotube.

Tabung nano karbon, seperti diketahui sebalumnya, menawarkan potensi perbaikan teknologi, khususnya di bidang penyimpanan energi seperti sel bahan bakar dan thermocell.

Pada kasus panel surya, MIT menyebutkan, rongga silinder berukuran mikroskopik yang terdiri dari karbon murni ternyata apat meningkatkan efisiensi dari pengumpulan elektron dari permukaan sel surya. Namun demikian, peneliti menghadapi sejumlah tantangan saat berurusan dengan nanotube.

Masalah pertama, pembuatan nanotube karbon umumnya menghasilkan dua jenis nanotube. Sebagian bersifat seperti semikonduktor yang kadang memungkinkan listrik mengalir, dan kadang tidak. Ini merupakan tipe yang menguntungkan karena bisa meningkatkan performa sel surya.

Jenis kedua yang dihasilkan memiliki bersifat seperti logam yang berfungsi seperti kabel. Selalu memungkinkan listrik mengalir. Ini justru mengurangi performa produk panel surya yang dihasilkan.

Masalah kedua, nanotube juga cenderung mengumpul. Ini juga menurunkan tingkat efektivitasnya. Di sinilah virus berguna.

Peneliti MIT mendapati bahwa sebuah versi virus yang sudah dimodifikasi secara genetik, yang disebut M13 yang umumnya menginfeksi bakteria, bisa digunakan untuk mengontrol susunan nanotube pada permukaan, membuat tabung-tabung itu tetap terpisah sehingga tidak menimbulkan arus pendek serta menjaga tabung-tabung itu tetap berjauhan agar tidak saling menempel.

Menurut Angela Belcher, Professor of Energy dari MIT yang mengetuai penelitian, proses ini hanya menambahkan satu langkah sederhana pada proses pembuatan sel surya. “Proses ini juga tidak sulit untuk diadaptasi oleh fasilitas produksi yang ada saat ini,” ucap Belcher, seperti dikutip dari Earth Techling, 2 Mei 2011.

Belcher menyebutkan, sistem yang ditelitinya diuji dan menggunakan sel surya dari jenis yang disebut dengan sel surya peka warna (dye-sensitized). Namun, timnya yakin bahwa teknik ini juga bisa diaplikasikan pada sel surya tipe lain.

Dalam uji coba, mereka berhasil meningkatkan efisiensi konversi energi dari 8 persen menjadi 10,6 persen. Artinya, menggunakan teknik ini, peningkatan sekitar 32 persen atau nyaris satu per tiga kali lipat berhasil diraih.

vivanews

Senin, 25 April 2011

Ditemukan, Fosil Laba-Laba Terbesar

Laba-laba ini memiliki tubuh berukuran 2,5 sentimeter dan kaki yang bisa mencapai panjang 6,3 sentimeter.

Peneliti menemukan fosil laba-laba dari spesies yang diberi nama Nephila jurassica. Laba-laba yang berasal dari zaman dinosaurus itu merupakan fosil laba-laba terbesar yang pernah ditemukan. Ia didapati terkubur di debu vulkanik purba di sekitar kawasan Inner Mongolia, China.

Saat ditemukan, tampak bekas-bekas serat seperti rambut di kakinya. Ini membuat hewan yang hidup sekitar 165 juta tahun lalu menjadi nenek moyang tertua dari spesies laba-laba terbesar yang masih ada saat ini.

Fosil itu sendiri memiliki ukuran yang sama seperti Nephila, saudaranya yang hidup di masa kini. Nephila jurassica memiliki tubuh berukuran 2,5 sentimeter dan kaki yang bisa mencapai panjang 6,3 sentimeter.

“Kemungkinan ia hidup seperti laba-laba masa kini dan merajut jaringnya di kawasan terbuka di hutan, atau kemungkinan di pinggir hutan yang dekat dengan danau,” kata Paul Selden, Director of the Paleontological Institute, University of Kansas, seperti dikutip dari LiveScience, 25 April 2011.

Saat itu, kata Selden, kemungkinan terdapat gunung berapi di sekitarnya yang memproduksi debu volkanik yang menghadirkan endapan di danau yang menjadi kuburan hewan ini.

Seperti diketahui, laba-laba merupakan predator darat yang paling banyak jumlahnya saat ini dan menjaga jumlah serangga tetap stabil. “Jadi, temuan ini bisa membantu kita memahami evolusi pada hubungan mangsa-pemangsa antara serangga dan laba-laba,” kata Selden.

Pada spesies laba-laba golden orb-weaver seperti ini, betina umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibanding pejantan. Adapun fosil yang ditemukan adalah laba-laba betina. Ini mengindikasikan bahwa tren betina yang lebih besar telah terjadi setidaknya di era Middle Jurassic, jauh sebelum masa Archaeopteryx, burung pertama yang pernah diketahui atau dinosaurus raksasa seperti Brachiosaurus dan Diplodocus.

Namun, meski Nephila jurassica merupakan fosil laba-laba terbesar yang pernah ditemukan, fosil itu bukanlah fosil laba-laba tertua. Sebelumnya pernah ditemukan dua spesies laba-laba lain di Coseley, Inggris yakni Eocteniza silvicola dan Protocteniza britannica. Keduanya berasal dari 310 juta tahun lalu.

Saat ini, Selden dan rekan-rekannya tengah mengamati fosil laba-laba lain yang ditemukan di China dan kawasan lain di Dunia seperti Brazil, Selandia Baru, Australia, Italia, dan Korea. Hasil penelitiannya dipublikasikan di jurnal Biology Letters.

vivanews

Sabtu, 23 April 2011

Studi: Jelaga Percepat Es di Arktika Meleleh


Sebuah tim peneliti internasional berlabuh ke pulau es dan daratan salju di Kutub Utara atau dikenal dengan Arktika. Mereka mencari jelaga. Meski Arktika tampak sebagai gurun putih yang sangat luas, ilmuwan yakin akan adanya lapisan tipis jelaga walaupun sebagian besar tidak terlihat. Jelaga itu diduga menyerap panas lebih banyak sehingga membuat es di Arktika meleleh.

Jelaga atau sulang merupakan butiran arang yang halus dan lunak yang muncul akibat adanya asap hitam. Disinyalir jelaga ini berasal dari polutan seperti asap pabrik, emisi pesawat terbang, hutan yang terbakar, penggunaan kompor kayu atau batu bara, dan mesin kendaraan bermotor yang digunakan manusia.

Memang lapisan tipis jelaga bukan satu-satunya indikator penyebab es artika meleleh. Naiknya temperatur di permukaan Bumi akibat bocornya lapisan ozon, gletser pegunungan es, dan tingginya tingkat polusi dunia juga mempercepat lajunya lapisan es di Arktika, Antartika, dan Greenland mencair. Namun, menurut peneliti, dampak pemanasan global ini akan dirasakan penghuni Bumi dalam jangka panjang.

"Arktika merupakan pendingin udara di planet ini," kata Patricia Quinn, salah satu peserta penelitian dari National Oceanic and Atmospheric Administration, seperti dikutip VIVAnews dari AP, Sabtu 23 April 2011.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arktika mencatat kehangatan lebih cepat ketimbang daerah lain. "Implikasi pemanasan di Arktika tidak hanya beruang kutub, tetapi untuk seluruh isi planet," ujar Quinn sambil menunjuk ke luar.

Meminimalisir penggunaan karbon dioksida dan gas rumah kaca adalah tulang punggung dari seluruh upaya untuk memerangi pemanasan, termasuk secara global maupun daerah Kutub. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengurangan konsentrasi polutan berumur pendek, seperti jelaga, akan mengurangi laju pemanasan terutama di Kutub Utara dalam jangka panjang lantaran mengendap di atmosfer. "Ini semua tinggal menunggu waktu," pungkas Quinn.

Gumpalan awan hitam dari gletser Eyjafjallajokull di IslandiaMeleburnya gletser dan gunung es di kepulauan Artik, bagian utara Kanada, memiliki pengaruh terbesar pada kenaikan permukaan laut di Bumi. Demikian studi terbaru para peneliti di University of Michigan, Kamis 21 April 2011.

Dalam kurun waktu 2004 hingga 2009, kurang lebih 30.000 salju dan es yang menutupi pulau-pulau di Kanada utara meleleh menjadi 363 kilometer kubik air, setara tiga perempat isi Danau Erie, danau terbesar ke-13 di dunia.

"Daerah ini (Artika atau Kutub Utara) adalah daerah yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya akan berkontribusi bagi kenaikan permukaan laut," kata Alex Gardner, kepala penelitian dari University of Michigan.

"Sekarang kita menyadari bahwa di luar Antartika atau Kutub Selatan dan Greenland ada wilayah yang juga memberikan kontribusi besar sepanjang tahun 2007 sampai 2009. Daerah ini sangat sensitif. Jika suhu terus meningkat, kita akan melihat bagian es yang besar akan meleleh," katanya.

vivanews

Es Mencair di Kutub, Tinggi Air Laut Naik


Beruang kutub di atas bongkahan es yang mencair

Meleburnya gletser dan gunung es di kepulauan Artik, bagian utara Kanada, memiliki pengaruh terbesar pada kenaikan permukaan laut di Bumi. Demikian studi terbaru para peneliti di University of Michigan, Kamis 21 April 2011.

Dalam kurun waktu 2004 hingga 2009, kurang lebih 30.000 salju dan es yang menutupi pulau-pulau di Kanada utara meleleh menjadi 363 kilometer kubik air, setara tiga perempat isi Danau Erie, danau terbesar ke-13 di dunia.

Dalam studi yang dilakukan selama enam tahun itu, diketahui bahwa pada tiga tahun pertama, salju atau es yang meleleh sekitar 29 kilometer kubik per tahun secara rata-rata. Sedangkan tiga tahun berikutnya, jumlahnya meningkat hingga 92 kilometer kubik per tahun secara rata-rata.

Sepanjang enam tahun penuh, berdasarkan perhitungan peneliti, melelehnya salju dan es di Kutub Utara menambah tinggi air laut di permukaan Bumi sebesar 1 milimeter.

"Daerah ini (Artika atau Kutub Utara) adalah daerah yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya akan berkontribusi bagi kenaikan permukaan laut," kata Alex Gardner, kepala penelitian dari University of Michigan.

"Sekarang kita menyadari bahwa di luar Antartika atau Kutub Selatan dan Greenland ada wilayah yang juga memberikan kontribusi besar sepanjang tahun 2007 sampai 2009. Daerah ini sangat sensitif. Jika suhu terus meningkat, kita akan melihat bagian es yang besar akan meleleh," jelas dia.

Memang 99 persen wilayah es di Bumi ini berasal dari Antartika dan Greenland. Ukurannya yang besar membuat kedua wilayah tersebut cukup awet. Saat ini, masih tersisa setengah dari seluruh daratan yang dilapisi es sangat tebal.

vivanews

Danau Es Ditemukan di Mars

Badan Antariksa AS, NASA, baru-baru ini menemukan sebuah danau es yang mengering di bawah tanah planet Mars. Danau es tersebut mengandung karbon dioksida lebih besar daripada yang diperkirakan ilmuwan sebelumnya.

Material karbon dioksida yang tersisa itu diduga oleh ilmuwan berasal dari bekas lapisan atmosfer Mars di masa lampau saat planet Merah itu memiliki kondisi yang kondusif untuk kehidupan.

"Ini benar-benar harta karun," kata Jeffrey Plaut, seorang ilmuwan yang bekerja di NASA Jet Propulsion Laboratory, dalam laporannya yang muncul di jurnal Science, seperti dikutip Pravda.ru, Sabtu 23 April 2011.

"Kami menemukan sesuatu di bawah tanah yang tidak pernah disadari oleh siapapun sebelumnya," tandas Plaut.

Temuan ini ditangkap pertama kali oleh radar observasi milik NASA, Mars Reconnaissance Orbiter, yang melayang di atas permukaan Mars. Radar antariksa ini merupakan radar yang diciptakan khusus untuk mencari tahu petunjuk tanda-tanda kehidupan di Mars.
















Danau es itu berukuran 3.000 kilometer kubik, atau setara volume Danau Superior. Ia menampung karbon dioksida sangat besar, hingga dua kali massa atmosfer Mars. Jika dibandingkan dengan Bumi, atmosfer Mars memiliki tekanan permukaan kurang dari 1 persen. Dan, sekitar 95 persen udara di Mars adalah karbon dioksida, dibandingkan Bumi hanya memiliki 0,04 persen CO2.

"Kami sudah tahu bahwa ada karbon dioksida di atas sisa es kecil di permukaan Mars. Tapi, yang satu ini volumenya 30 kali lipat lebih banyak ketimbang perkiraan sebelumnya," ujar Roger Philips, ilmuwan lain yang berasal dari Southwest Research Institute di Colorado dan juga menjabat sebagai wakil ketua tim untuk radar Mars Reconnaissance Orbiter.

vivanews

Ditemukan, Dinosaurus Tertua yang Sakit Gigi


Fosil rahang dinosaurus yang mengalami sakit gigi.

Seekor reptil yang hidup sekitar 275 juta tahun lalu di Oklahoma diperkirakan menjadi dinosaurus pertama yang mengalami cenat-cenut di mulutnya. Temuan ini memecahkan rekor milik seekor vertebrata darat lain (berasal dari 75 juta tahun lalu) yang juga punya masalah gigi.

“Temuan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kita seputar penyakit gigi, tetapi juga mengungkapkan kelebihan dan kekurangan yang dihadapi makhluk tertentu saat gigi mereka berkembang untuk memakan baik daging ataupun tanaman,” kata Robert Reisz, peneliti dari University of Toronto Mississauga, Kanada, seperti dikutip dari LiveScience, 21 April 2011.

Sama seperti manusia, kata Reisz, temuan ini meningkatkan peluang terjadinya infeksi mulut pada dinosaurus. Selain itu, ada juga potensi untuk mengetahui penyebab kematian hewan tersebut.

“Muncul pertanyaan, apakah dinosaurus ini mati karena infeksi?,” kata Reisz. “Saat ini kita belum bisa memastikan. Akan tetapi, kemungkinan infeksi merupakan salah satu faktor yang berkontribusi,” ucapnya.

Sebagai contoh, kata Reisz, sakit gigi seperti itu bisa mempersulit hewan untuk makan. “Dan jika Anda adalah seorang yang sangat tua seperti reptil ini, Anda sangat berpotensi untuk menjadi lemah dan kemudian disantap oleh predator lain,” ucapnya.

Adapun reptil yang dimaksud adalah Labidosaurus hamatus, dinosaurus yang hidup di kawasan Amerika Utara. Saat ditemukan, reisz dan rekan-rekannya mendapati bahwa ada gigi yang hilang serta terjadi kerusakan di tulang rahang hewan itu.

Dari ukurannya, diperkirakan hewan ini merupakan hewan yang sudah cukup tua untuk ukuran spesiesnya.

Setelah mengamati tulang tersebut dengan CT scan, tim peneliti menemukan bukti adanya infeksi parah yang menyebabkan hilangnya gigi, menyebabkan abses, dan kehilangan jaringan di tulang rahang.

“Tampaknya gigi hewan ini patah dan berhubung tidak tumbuh gigi pengganti, maka terjadi lubang,” kata Reisz. “Lewat lubang ini, bakteri mulut kemungkinan memasuki rahang dan kemudian merusaknya,” ucapnya.

vivanews

Rabu, 20 April 2011

Hewan Paling Beracun di Dunia


Box jellyfish, ubur-ubur kotak atau Chironex fleckeri, hewan paling beracun.

Ular kobra, gurita bercincin biru, kalajengking, ataupun laba-laba pengembara Brazil merupakan hewan-hewan yang sangat beracun. Namun di atas semua itu, masih ada satu hewan lain yang memiliki racun paling mematikan.

Hewan tersebut adalah Box Jellyfish atau ubur-ubur kotak (Chironex fleckeri). Sejak tahun 1954, sebanyak 5.567 orang tercatat tewas tersengat tentakel atau sungut mereka. Angkanya kemungkinan lebih dari itu.

Seperti dikutip dari Dumage, 19 April 2011, racun ubur-ubur satu ini merupakan yang paling mematikan di dunia. Jika tersengat, racun akan menyerang jantung, sistem syaraf dan sel-sel kulit. Dan parahnya, bisa box jellyfish sangat menyakitkan sehingga orang yang terkena akan mengalami shock, serangan jantung atau tewas tenggelam sebelum mampu keluar dari air.

Mereka yang berhasil selamat dari serangan ubur-ubur kotak akan mengalami kesakitan beberapa pekan setelah bersentuhan dengannya. Padahal, manusia tidak memiliki peluang untuk selamat jika racunnya sudah menyebar lewat pembuluh darah.

Mereka yang terkena bisa ubur-ubur ini harus diberi cuka setidaknya 30 detik setelah bersentuhan. Menurut penelitian, cuka mengandung asam asetat yang mampu melumpuhkan nematocysts ubur-ubur yang belum masuk ke dalam aliran darah (meski langkah ini tidak menghilangkan rasa sakit).

Mengenakan pakaian renang yang menutupi tubuh saat berenang di laut merupakan salah satu tindakan pencegahan yang baik untuk mengurangi risiko ubur-ubur menyerang kaki Anda. Ubur-ubur jelly box yang sangat beracun ini sendiri hidup di perairan sekitar Asia dan Australia.

vivanews

Sabtu, 16 April 2011

Sejumlah Dinosaurus Ternyata Hobi Makan Malam


Temuan ini membantah pemahaman umum bahwa mamalia purba menyelinap tanpa terancam oleh predator yang sebelumnya diperkirakan hanya aktif pada siang hari.

Beberapa spesies dinosaurus dan reptil terbang jaman dahulu diperkirakan pergi berburu pada malam hari. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian terbaru terhadap fosil dari struktur tulang mata sejumlah reptil dan burung purba yang dilakukan oleh Lars Schmitz dan Ryosuke Motani, peneliti dari University of California.

Dikutip dari ScienceShots, 15 April 2011, pada makhluk modern yang memiliki struktur serupa, ukuran dan proporsi dari apa yang disebut sebagai scleral ring yang memperkuat jaringan luar mata dan sekitar pupil merupakan indikator handal untuk mengetahui apakah hewan bersangkutan aktif di siang hari, malam hari, atau pada siang dan malam hari.

Sebagai contoh, kecilnya ukuran diameter internal dari scleral ring milik pterosaurus Scaphognathus crassirostris berukuran sebesar burung elang (lihat lingkaran warna ungu pada gambar) dibandingkan dengan ukuran soket mata milik hewan tersebut mengindikasikan bahwa reptil terbang ini hanya bisa melihat di kondisi terang benderang.

“Namun, besarnya diameter internal dan eksternal dari scleral ring pada Velociraptor mongoliensis, dinosaurus bergigi tajam yang berukuran sebesar anjing retriever menunjukkan bahwa predator ini juga berburu di malam hari,” sebut kedua peneliti dalam laporannya.

Selain itu, meski sebagian besar reptil terbang yang dianalisa pada penelitian kali ini juga hanya aktif pada siang hari, terdapat empat spesies pterosaurus yang memiliki ciri ekologis nokturnal yang serupa dengan kelelawar modern.

“Temuan ini membantah pemahaman umum bahwa mamalia purba menyelinap tanpa terancam oleh predator yang sebelumnya diperkirakan hanya aktif pada siang hari,” sebut kedua peneliti.











vivanews

Ilmuwan: Eropa Akan Tenggelam di Bawah Afrika


Peta pergerakan lempeng di seluruh dunia

Sejak beberapa juta tahun silam, kedua benua Afrika maupun Eropa telah bertemu dan saling menumbuk, akibat pergerakan dua lempeng tektonik Afrika dan Eurasia.

Pinggiran utara Afrika, selama ini, secara perlahan menunjam ke bawah benua Eropa. Namun, temuan teranyar dari para peneliti menunjukkan sesuatu yang berlawanan. Kini, giliran Eropa yang kemungkinan besar akan berbalik tenggelam di bawah benua Afrika.

European Geosciences Union melakukan rapat pada akhir pekan lalu. Jika kekhawatiran mereka terbukti, ini merupakan hal yang jarang terjadi, serta akan menjadi awal baru munculnya zona subduksi baru.

Di bawah Laut Mediterania, batuan padat di ujung lempeng Afrika sebenarnya telah tenggelam di bawah lempeng Eurasia di mana Eropa berada. Namun, dataran Afrika ternyata terlalu ringan untuk bisa tenggelam di bawah Eropa.

Analisis dari tim peneliti dari Utrecht mengatakan, karena benua Afrika ringan dan tidak bisa tenggelam, membuat bagian subduksi Afrika yang sebelumnya terjadi, patah dan tenggelam di perut bumi.

Ruang kosong yang timbul akibat tenggelamnya subduksi Afrika itu kemudian membuat sebagian lempeng Eurasia justru terdorong ke Selatan. Daerah-daerah itu berada di sepanjang Mediterrania, seperti Kepulauan Balearic, Korsika, Sardinia, dan Kreta.

"Afrika tidak akan tenggelam, padahal Afrika dan Eropa akan terus bertabrakan. Jadi siapa yang akan tenggelam?" kata Rinus Wortel peneliti dari University of Utrecht, dikutip situs BBC.

Wortel juga melihat arah pergerakan lempeng Eropa kini justru menunjam ke bawah lempeng Afrika dan menciptakan zona subduksi baru. Hal ini mengingat lempeng Eurasia lebih berat dari Afrika. "Pada saatnya mungkin kami akan menyaksikan awal dari subduksi Eropa di bawah Afrika," kata Wortel .

Akibatnya, timbul kekhawatiran terhadap kemungkinan semakin seringnya terjadi gempa dan tsunami di daerah Eropa. Padahal, negara-negara Eropa hingga kini belum menyediakan banyak peralatan untuk mengantisipasi gempa atau tsunami di daerah mereka.

Kepastian terhadap terbentuknya zona subduksi Eropa akan melempangkan jalan untuk pemodelan di wilayah ini serta menghitung risiko dari aktivitas gempa dan tsunami di daerah ini.

Biasanya, gempa-gempa yang terjadi di Eropa memang lebih kecil ketimbang yang terjadi di daerah sabuk api vulkano di daerah Pasifik. Namun demikian, sejarah sempat merekam adanya gempa sebesar 8 skala Richter di Eropa.

vivanews

Rabu, 13 April 2011

Saudara Sepupu T-Rex Ditemukan di China


Zhucengtyrannus magnus, tyrannosaurus besar dari Zhucheng, China

Saudara sepupu T-Rex yang telah lama hilang akhirnya ditemukan di China. Sama-sama pemakan daging alias karnivora. Ukurannya kurang lebih sama dengan T-Rex, namun diperkirakan dia adalah salah satu dinosaurus pemakan daging terbesar yang pernah ditemukan sampai saat ini.

Sisa-sisa karnivora ini ditemukan di tambang fosil, yang lokasinya berdekatan dengan situs lain di bagian Timur China, salah satu konsentrasi terbesar untuk tulang dinosaurus di dunia.

"Kami menamakan spesies baru ini Zhucengtyrannus magnus, yang artinya 'Tyranosaurus Besar dari Zhungcheng', karena fosil tulangnya ditemukan di Zhungcheng, bagian barat provinsi Shandong, China," kata David Hone, seorang ahli paleontologi dari University College Dublin di Irlandia.

Zhucengtyrannus adalah sejenis tyrannosaurus, anggota dari kelompok besar Theropoda. Dinosaurus yang tergolong Theropoda umumnya memiliki kaki yang lincah dan sangat buas, termasuk T-Rex dan sejenisnya.

Meski kakinya lincah dan kuat, lengan Theropoda yang berjumlah dua biasanya kecil dan berjari. Namun, tangan ini berkoordinasi sangat baik dengan rahang besarnya untuk mengoyak-ngoyakkan tubuh mangsa dan mematahkan tulangnya.

"Ini adalah dinosaurus terbesar dan satu-satunya yang berjenis tyrannosaurus di China. Sejauh ini baru ada lima spesies dinosaurus pemakan daging dari kelompok Theropoda," tutur Hone pada LiveScience.com, Rabu 13 April 2011.

"Zhucengtyrannus sedikit berbeda dengan tyrannosaurus lainnya. Mereka memiliki kombinasi tulang tengkorak yang unik yang tidak ditemukan di Theropoda lain," tandasnya.

Para peneliti mengestimasi Zhucengtyrannus memiliki tinggi 13 kaki (setara 4 meter) dan berat mendekati 13.200 pound (setara 6.000 kilogram), kurang lebih sama dengan bis sekolah bertingkat.

Di zaman purba, tepatnya pada periode Cretaceous akhir (sekitar 65 juta hingga 99 juta tahun yang lalu), "keluarga besar" tyrannosaurus diperkirakan hidup dan berkembang biak di Amerika Utara dan Asia Timur. Di zamannya, mereka dikenal sebagai pemangsa terbuas dan pemulung.

vivanews

Selasa, 12 April 2011

Gajah untuk Deteksi Gempa


Gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo

Informasi mengenai potensi gempa 8,9 skala Richter yang dapat diikuti tsunami di sepanjang zona patahan Sumatera telah dirilis para ahli gempa Indonesia. Informasi tersebut diharapkan ditindaklanjuti dengan berbagai upaya mitigasi bencana. Salah satunya adalah dengan melepaskan jenis-jenis hewan tertentu yang memiliki kepekaan terhadap perubahan alam, sebagai natural early warning system.

“Setelah bertemu Dr Danny Hilman dan teman-teman ahli gempa plus tsunami, serta para pelaku kebudayaan, kami mengajak institusi-institusi pemerintah mengkaji kemungkinan melepaskan satwa-satwa seperti gajah di sekitar Kota Padang, sebagai alat peringatan dini yang alami,” kata Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Basroni Kiran, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Selasa 12 April 2011.

Menurut Basroni, keberadaan natural early warning system ini dapat menjadi pelengkap dari berbagai upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, seperti membangun shelter mini untuk evakuasi, jalur-jalur evakuasi, peralatan GPS, pemantauan pergerakan batu koral, dan pelatihan bagi anak-anak sekolah.

“Apabila gajah dilepaskan di kota Padang dan beberapa daerah di pantai barat Sumatera, tentu tidak di pemukiman padat penduduk. Juga harus dipastikan bahwa gajah tersebut tidak sampai mengganggu dan meresahkan aktivitas warga. Karena itu, tiap gajah harus didampingi pawang,” kata Basroni.

Menurut penelitian para ahli, beberapa hewan lebih peka terhadap kondisi alam yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. National Geographic juga melaporkan bahwa banyak spesies yang mampu menyelamatkan diri sebelum terjadinya gempa dan tsunami di Asia tahun 2004. Gajah berlari ke tempat yang lebih tinggi, anjing tidak mau ke luar rumah, dan burung bangau meninggalkan daerah tempatnya berkembang biak.

Pemerintah Korea Utara juga dilaporkan menggunakan gajah untuk mendeteksi potensi bencana, pasca gempa dan tsunami Jepang, beberapa minggu lalu.

“Upaya mitigasi bencana dengan memanfaatkan potensi yang sudah disediakan alam seperti aneka flora dan fauna, patut kita galakkan. Cara ini dimungkinkan karena kita masih punya banyak gajah Sumatera, dan juga akan membuat kita lebih siap menghadapi ancaman bencana,” katanya.

vivanews

Binatang ini Pemegang Rekor Lidah Tercepat


Bunglon, lidahnya mampu melejit seperti rudal

Bunglon adalah binatang yang unik. Tak cuma sistem pertahanan canggih, bisa merubah warna kulitnya, binatang ini juga punya 'senjata alami' berbahaya, bak sebuah rudal balistik: lidahnya sendiri.

Lidah ini biasanya ditembakkan sebagai senjata yang ampuh untuk menangkap mangsanya, jangkrik atau serangga sejenisnya. Memang banyak binatang lain yang punya lidah berkecepatan tinggi, seperti misalnya salamander, atau beberapa spesies kodok.

Namun tetap saja, ilmuwan memyimpulkan bahwa bunglon adalah si pemilik rekor lidah tercepat, bahkan sekaligus pemilik lidah terpanjang.

Seperti dikutip dari situs Scientific American, lidah bunglon bisa melesat dengan akselerasi mencapai 400 meter per detik kuadrat. Kecepatan lidahnya bisa melejit dari 0 ke 6 meter per detik, hanya dalam waktu 20 milidetik, sebuah kecepatan yang melebihi kemampuan mata manusia untuk mengikuti.

Dengan akselerasi sebesar itu, berarti lidah 'balistik' bunglon memiliki gaya sebesar 41 G (41 kali gravitasi bumi). Padahal, Sebuah pesawat luar angkasa saja hanya didesain untuk memiliki ketahanan terhadap gaya 3G saja saat meluncur ke atas.

Tak hanya itu, saat 'ditembakkan', lidah bunglon yang biasanya disimpan di mulutnya seperti akordion itu pun bisa melar hingga lebih dari enam kali panjang tubuhnya. Ini membuat manusia tertarik untuk meneliti lebih lanjut mekanisme lidah balistik milik bunglon.

Seperti dikutip dari situs Physorg, periset Alexis Debray dari perusahaan Canon Jepang, tengah mengembangkan empat buah robot yang menirut mekanisme lidah bunglon ini. Hasil penelitian ini baru-baru ini dipublikasikan di sebuah jurnal bertajuk Bioinspiration & Biomemetics.

"Mekanisme lidah bunglon tertentu memungkinkan adalanya akselerasi, kecepatan, bebas terhadap gaya teraplikasi, di hampir setiap pergerakan. Penetrasi lidah bunglon ini pun melalui tiga fase yang masing-masing dikendalikan oleh sistem yang berbeda, yakni fase proyeksi atau penembakan, penangkapan, serta retraksi (penarikan kembali).

Saat bunglon siap menembakkan lidahnya, ia akan mengeluarkan lidahnya terlebih dahulu secara perlahan. Kemudian, otot akselerator lidah akan menembakkan lidah. Saat lidah menyentuh mangsa, sebuah bantalan lidah penghisap akan membuat mangsa melekat di lidah dan menariknya ke dalam mulut.

Tim Debray berhasil membuat manipulasi mekanisme itu pada robot buatannya. Robot-robot itu menggunakan coilgun (semacam peluncur proyektil) untuk menggantikan fungsi akselerator lidah bunglon.

Sementara bagian penangkap robot ini menggunakan magnet untuk 'menangkap' obyek target Sementara untuk proses retraksi, peneliti menggunakan sebuah motor searah yang terhubung dengan penggulung atau per. Tim itu bahkan juga menambahkan sayap pada bagian yang bergerak untuk memberikan efek aerodinamika pada robot itu.

Dengan menggunakan pengukuran kamera berkecepatan tinggi, Debray mampu menghasilkan hasil kecepatan robot yang menyamai mekanisme lidah bunglon. Kecepatan robotnya dalam bergerak mencapai 3,8 meter per detik dan akselerasi yang melebihi akselerasi lidah bunglon, yakni hingga 919 meter per detik kuadrat.

Nantinya robot ini bisa diaplikasikan dalam lingkungan industri, pada sistem product passing pada lini pabrik. Alat ini bisa digunakan bersama sensor untuk mengetahui data pada produk. Tujuan final dari penelitian ini adalah untuk menerapkannya pada pembuatan produk-produk Canon, seperti kamera dan printer.

vivanews

Rabu, 06 April 2011

1 dari 10 PLTN Ada di Kawasan Rawan Bencana


Dari 442 instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada di seluruh dunia, lebih dari 10 persennya berada di kawasan yang memiliki risiko tinggi terkena gempa.



Dari penelitian terbaru yang dilakukan oleh Maplecroft, lembaga pengamat dan pemeringkat risiko global, diketahui bahwa satu dari 10 pembangkit listrik tenaga nuklir di seluruh dunia menghadapi risiko akibat gempa atau tsunami seperti yang merusak reaktor nuklir di Fukushima, Jepang.

Yang lebih mengkhawatirkan, banyak pembangkit tersebut didirikan di negara yang kurang mampu menangani bencana dibanding Jepang.

Dari 442 instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada di seluruh dunia, lebih dari 10 persennya berada di kawasan yang memiliki risiko tinggi terkena gempa.

“Saat ini fasilitas nuklir milik Jepang yang terkena imbas, namun fasilitas serupa milik negara lain juga menghadapi risiko serupa,” kata Helen Hodge, analis bahaya alam Maplecroft, seperti dikutip dari The Independent, 5 April 2011.

Hodge menyebutkan, Korea Selatan, Taiwan, China, India, Pakistan, dan Amerika Serikat mengoperasikan atau akan membangun fasilitas nuklir di kawasan yang berpotensi terkena tsunami. “Adapun fasilitas nuklir yang memiliki risiko ekstrim terkena gempa bisa ditemukan di kawasan barat AS, Taiwan, Armenia, Iran, dan Slovenia,” ucapnya.

Seperti diketahui, krisis nuklir akibat gempa dan tsunami di Jepang telah menimbulkan kekhawatiran seputar risiko yang diakibatkan oleh bencana alam terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir di seluruh dunia.

Kekhawatiran itu membuat sejumlah negara, termasuk Italia, Swiss, dan Jerman membekukan rencana pembangunan reaktor nuklir mereka.

vivanews

Benarkah Manusia Tambah Muda Setiap 7 Tahun?


Dari penelitian, memang benar bahwa tiap-tiap sel yang ada di tubuh manusia memiliki usianya masing-masing. Namun, apakah mitos itu benar adanya?


Di masyarakat selama ini beredar mitos bahwa setiap tujuh tahun (atau 10 tahun) tergantung versi cerita yang Anda dengar, kita menjadi manusia yang baru. Pasalnya, dalam kurun waktu tersebut, seluruh sel dalam tubuh telah digantikan dengan sel baru.

Dari penelitian, memang benar bahwa tiap-tiap sel yang ada di tubuh manusia memiliki usianya masing-masing. Namun, apakah mitos itu benar adanya?

Pada buku Science Desk Reference (Stonesong Press, 1995) disebutkan, pada tubuh manusia terdapat 50 sampai 75 triliun sel. Masing-masing punya umurnya sendiri dan saat manusia yang bersangkutan mati, sel membutuhkan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mati.

Penyidik forensik sering memanfaatkan keadaan tersebut untuk menentukan penyebab kematian dan waktu kematian, misalnya seorang pelaku bunuh diri.

Seperti dikutip dari Life Little Mysteries, 6 April 2011, sel darah merah bisa hidup selama 4 bulan, sementara sel darah putih rata-rata hidup lebih dari setahun. Sel milik usus besar mati setelah 4 hari, sedangkan sel sperma umurnya hanya 3 hari saja.

Meski pada umumnya sel memiliki usia yang singkat, namun sel otak umumnya hidup selama manusia itu hidup. Neuron di cerebral cortex, misalnya, tidak digantikan saat mereka mati.

Dari fakta-fakta di atas, siklus 7 tahunan seperti cerita yang berdar tidaklah benar karena sel mati dan diganti hampir setiap hari oleh tubuh. Tidak jelas dari mana mitos ini berawal. Kemungkinan, seorang yang memiliki maksud baik namun kurang memiliki informasi yang cukup berasumsi bahwa seluruh sel diperbarui setelah 7 tahun dan kemudian manusia itu menjadi manusia baru.

vivanews

Ditemukan, Penyebab Kematian Mendadak Atlet


Marc Vivien Foe, pesepakbola Kamerun, meninggal mendadak saat pertandingan.


Sickle Cell Trait (SCT), meski langka, diperkirakan bisa menjadi penyebab kematian mendadak para atlet Afro-Amerika. Khususnya saat mereka sedang berlatih atau bertanding. Temuan ini dipaparkan oleh ilmuwan pada ajang American College of Cardiology Scientific Sessions, di New Orleans, 1 sampai 3 April lalu.

SCT, yang diperkirakan menjangkiti sekitar 8 persen keturunan Afrika-Amerika yang tinggal di Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi penyebab kematian mendadak pada proses perekrutan militer, saat para calon tentara menjalankan latihan berat.

“Semula, sickle cell trait diperkirakan merupakan kondisi yang tidak berbahaya,” kata Kevin Harris, Director of the Echocardiography Laboratory, Abbott Northwestern Hospital, Minneapolis, seperti dikutip dari Physorg, 6 April 2011.

Namun demikian, Harris menyebutkan, penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi fisik yang ekstrim seperti ujian perekrutan militer, sejumlah individu yang mengidap SCT berpotensi meninggal mendadak. “Ini juga ternyata terjadi di dunia olahraga,” ucapnya.

Untuk memastikan, Harris dan rekan-rekannya memeriksa data kematian mendadak para atlit selama 30 tahun terakhir yang tercatat di US National Registry of Sudden Death in Athletes.

Dari 2.387 kematian mendadak yang tercatat, diketahui bahwa 22 atlit yang meninggal memiliki SCT dengan 15 kematian di antaranya, SCT disebut-sebut sebagai penyebab utama. Mereka yang meninggal berusia rata-rata 18,5 tahun. Seluruhnya keturunan Afrika-Amerika dan 20 orang diantaranya adalah laki-laki.

Seluruh atlet meninggal saat melakukan aktivitas fisik dengan 21 orang saat melakukan latihan dan satu orang saat melakukan pertandingan. Dari 22 kematian akibat SCT, 18 di antaranya merupakan atlet sepak bola, 3 orang atlet bola basket dan seorang atlet lari.

“Kondisi lingkungan seperti panas, kelembaban, dan tingkat dehidrasi juga menjadi faktor lain yang menyebabkan kematian. Ini menggarisbawahi pentingnya istirahat dan minum bagi para atlet muda,” kata Harris. “Jika atlet terdeteksi memiliki SCT, antisipasi yang cukup harus disediakan. Staf pelatih juga harus diberi tahu,” ucapnya.

Temuan ini, menurut para peneliti, juga menegaskan pentingnya melakukan pemeriksaan terhadap atlet untuk mengetahui apakah ia memiliki SCT di tubuhnya.

vivanews

Minggu, 03 Oktober 2010

10 akibat global warming

Dunia saat ini dihantui oleh isu global warming yang dalam waktu tidak lebih dari seabad akan menunjukkan akibatnya dan berpotensi memporak-porandakan peradaban manusia. Bencana-bencana yang dipicu karena ketidakstabilan iklim mulai banyak menelan korban yang tidak sedikit. Meski


hanya berupa studi-studi atau prediksi-prediksi, ada baiknya kita mewaspadai peringatan ini.


1. Great Barrier Reef Lenyap dalam 20 Tahun

Naiknya air laut akibat pemanasan global dalam 20 tahun akan menenggelamkan gugusan karang ajaib ini. Charlie, mantan kepala peneliti di Australian Institute of Marine Science mengatakan pada The Times: "Tidak ada harapan, Great Barrier akan lenyap 20 tahun lagi atau lebih. Sekali karbon dioksida (CO2) menyentuh level seperti yang diprediksi antara tahun 2030 dan 2060, seluruh karang akan lenyap. Hal ini didukung para peneliti karang dan juga semua organisasi terkait lainnya. Ini sudah kritis dan beginilah kenyataanya." (source)
2. Hutan Amazon Akan Berubah Menjadi Gurun

Memiliki jutaan spesies dan cadangan 1/5 air bersih dunia, hutan Amazon merupakan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Tapi pemanasan global dan penggundulan hutan membalikkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan merubah 30-60 persen hutan menjadi padang rumput kering. Proyeksi-proyeksi menunjukkan hutan ini bisa lenyap menjelang tahun 2050.(source)

3. Gurun Sahara Akan Menghijau

Para ilmuwan melihat tanda-tanda bahwa gurun sahara dan wilayah di sekitarnya menghijau akibat makin meningkatnya curah hujan. Hujan ini mampu merevitalisasi wilayah gersangnya sehingga menarik komunitas petani. Kecenderungan menyusutnya gurun ini dijelaskan oleh model-model iklim, yang memprediksi kembalinya ke kondisi yang merubah Sahara menjadi padang rumput subur seperti sekitar 12 ribu tahun yang lalu.(source)

4. Angin Topan Akan Bertiup Lebih Dahsyat

Belum bisa dijelaskan apakah global warming bertanggung jawab atas terjadinya badai Katrina. Tapi ada indikasi-indikasi bahwa global warming akan menciptakan badai-badai berkategori 5 - badai Katrina sendiri berkategori 4 saat menghantam Lousiana. Kekuatan badai dimulai dari adanya air hangat dan model-model ramalan menunjukkan badai di masa depan akan menjadi lebih dahsyat seiring dengan naiknya temperatur lautan. Global warming juga membuat badai-badai itu lebih destruktif dengan naiknya permukaan laut yang memicu banjir yang lebih besar di wilayah pesisir. (source)

5. London Tenggelam Tahun 2100

Tidak hanya karang dan pulau-pulau landai yang terancam global warming. Faktanya sebuah ancaman besar juga menghantui wilayah kota besar di wilayah pantai yang beresiko tenggelam di bawah air akibat naiknya permukaan laut. Lusinan kota-kota dunia termasuk London dan New York bisa saja lenyap tenggelam menjelang akhir abad ini, menurut penelitian yang menyebutkan global warming akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut lebih cepat dari yang diprediksi sebelumnya. London termasuk kota besar yang beresiko tinggi seperti digambarkan dalam sebuah film tahun 2007 berjudul "Flood". Menurut para ahli kota ini akan tenggelam tidak sampai 100 tahun lagi. (source)

6. Hewan-hewan yang Menyusut

Studi baru menyebutkan bahwa bahwa spesies-spesies hewan mengalami penyusutan rata-rata hingga 50 persen dari massa tubuhnya dalm 30 tahun terakhir. Penelitian awal terhadap domba menduga bahwa musim dingin yang lebih pendek dan ringan membuat domba-domba itu tidak menambah berat badannya untuk bertahan hidup pada tahun pertama hidupnya. Faktor seperti ini dapat juga mempengaruhi populasi ikan. Para peneliti menyebutkan perubahan iklim ini bisa mengganggu rantai-rantai makanan, dimana predator di puncak rantai makanan yang paling terpengaruhi karena menyusutnya mangsa. (Source 1 | Source 2)

7. Kepulauan Indonesia Kehilangan Ribuan Pulaunya

Akibat global warming, sedikitnya 2000 pulau kecil di kepulauan Indonesia mungkin akan hilang sebelum yahun 2030 danhal ini diperparah sebagai konsekuensi penambangan liar dan aktivitas lain yang merusak lingkungan. Indonesia hingga saat ini telah kehilangan sedikitnya 24 dari 17.500 pulau-pulau di wilayahnya. (Source 1 | Source 2)

8. Global Warming Bisa Memicu Terorisme

Global warming bisa menciptakan kondisi ketidakstabilan di negara-negara miskin, sehingga memicu terjadinya migrasi dan menjadi tempat subur berkembangnya terorisme. Kondisi negara yang tidak stabil akibat iklim yang keras dan tidak menentu menyebabkan banyak orang meninggalkan negaranya dan karena tekanan beberapa di antaranya bisa melakukan tindak terorisme. Belum lagi masalah akibat penolakan dari negara yang didatangi para imigran ini.(Source)

9. Mencairnya Pegunungan Alpen

Tahun-tahun belakangan ini terlihat pengurangan intensitas salju di wilayah-wilayah rendah, menyusutnya volume glacier (sungai es), dan juga meningkatnya cairnya wilayah es beku. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas turisme di musim dingin. Diprediksi glacier-glacier itu akan hilang antara tahun 2030 dan 2050. Itali dan Swiss telah memutuskan untuk menggambar ulang batas-batas wilayah mereka akibat berkurangnya glacier-glacier di Alpine dan menyapu tanda batas-batas wilayah dua negara itu.


10. Tenggelamnya Kepulauan Maldiva

Wilayah kepulauan rendah dan flat yang dikelilingi lautan diprediksi akan ditenggelamkan oleh lautan yang mengelilinginya itu. Hal ini merupakan berita buruk bagi para penghuninya dan juga bagi dunia pariwisata yang mengandalkan pantai-pantai berpasir putih dengan air hangatnya. Para peneliti memberi waktu tidak lebih dari seratus tahun sebelum kepulauan ini bebar-benar lenyap ditelan samudera.

Mengerikan memang, meski hampir semua dari kita mungkin tidak akan mengalaminya, tetapi anak cucu kitalah yang akan menghadapinya. Mungkin sebagian orang menganggap isu global warming hanyalah bualan saja, tapi mungkin sebagian dari kita telah merasakan naiknya temperatur di wilayah masing-masing jika dibandingkan kira-kira 10 tahun yang lalu. Penulis sendiri kurang lebih 10-15 tahun yang lalu pernah tinggal di salah satu kota yang waktu itu hawanya selalu sejuk bahkan menjelang tengah hari sekalipun. Dan tahun-tahun belakangan kota itu di siang hari panas teriknya tidak kalah dengan kota Jakarta. Memang belum ada yang membuktikannya sebagai akibat global warming, tapi satu hal sudah jelas, sudah waktunya manusia memikirkan kembali untuk menghargai alam dan bersahabat dengan alam dalam segala aktivitasnya termasuk dalam strategi pembangunan, baik infrastruktur maupun industri.


Sumber : http://ariesclub17.blogspot.com/2010/10/10-akibat-dari-global-warming.html

Kamis, 09 September 2010

Daftar 10 kota paling tercemar di Dunia

1. Milan (Italia)
Milan surganya sepatu berkualitas dan kiblat fashion dunia. memiliki partikel kecil polusi yang dapat menyebabkan kanker dan gangguan pernapasan, Milan memiliki partikel tersebut jauh lebih banyak daripada kota kota lain di Eropa. Menurut penelitian oleh lembaga lingkungan Italia, Legambiente, Milan memiliki asap lebih banyak daripada kota kota lain di Eropa dan di kepulauan mereka juga menempati peringkat ke dua di level ozone. Kebanyakan dari masalah itu berasal dari kecintaan kota itu akan berkendara. Tapi itu akan segera berubah dengan cepat.

2. Norilsk (Russia)
Menurut studi oleh Environmental Think Tank The Blacksmith Institute tentang tempat yang paling tercemar polusi di dunia, Norilsk, Russia, tempat peleburan baja terbesar di dunia yang berpenduduk 134 ribu jiwa. Melepaskan banyak sekali partikel partikel metal seperti nikel dan cobalt ke udara. Hingga mengakibatkan gangguan pernapasan akut dan penyakit tenggorokan pada anak anak.

3. Pittsburgh (Pennsylvania)
Pittsburgh saat ini tercatat sebagai kota paling tercemar di Los Angeles, Amerika. terdapat banyak partikel poliso seperti soot, dan aerosol. Tetapi kota berpenduduk 335.000 yang telah berpindah dari kota industri menjadi salah satu kota yang layak dihuni, tidak bisa disalahkan akibat udara buruknya, menurut sebuah penelitian, kebanyakan polusi dari kota ini berasal dari pabrik pembangkit energi di Ohio

4. Mexico City (Mexico)
Mexico city adalah perangkap polusi alami, dikelilingi oleh pegunungan dari tiga arah dan terletak 7400 kaki di atas permukaan laut. Sumber polusi dari kota ini berasal dari asap 4 juta kendaraan yang terkurung pada awan di sekitar kota ini. Untuk membenahi ini, kota ini sedang merancang proyek retrofitting 25 bis diesel dengan filter khusus.

5. Dakar (Senegal)
Dakar adalah pusat kosmopolitan di afrika barat, tetapi hanya jarak selemparan batu dari kota itu ada sebuah malapetaka lingkungan, The Baie de Hanne yang menyediakan air minum dan air kebutuhan rumah tangga kepada 2 juta orang, mengandung tingkatan fecal streptococci lebih 17x lipat dari standard yang ditetapkan WHO. seperti rebusan dari baja keras.. The Blacksmith Institute sedang bekerja bersama dengan bank dunia untuk usaha pembersihan internasional

6. Sumgayit – Azerbaijan
Sumgayit dianggap sebagai new jersey nya uni soviet. Kota ini merupakan pusat dari pabrik produksi kimia dan pestisida, saat ini, masih terasa efek dari pencemaran tersebut seperti terkontaminasi oleh mercury yang mengalir ke laut kaspia, Tingkat kanker di kota ini meroket menjadi 275.000 jiwa. Bank dunia mendeklarasikan kota ini sebagai area bencana lingkungan yang akan di bersihkan..

7. Linfen (China)
Kota dengan penduduk lebih dari 4 juta jiwa yang terletak di jantung shanxi adalah pusat produksi batu bara and sering kali dianggap sebagai kota yang paling berpolusi di dunia, penduduknya menderita akibat asap tebal dari batu bara begitu juga air minum yang terkontaminasi oleh zat arsenic, namun linfen bukanlah satu satunya kota di negara itu dengan keadaan lingkungan yang buruk. Bank dunia mengestimasi bahwa 16 dari 20 kota terparah polusi udaranya berasal dari daerah industri di cina

8. La Oroya (Peru)
Sudah 85 tahun, pendudukLa oroya meleburkan tembaga dan zinc, Hujan asam juga telah menghancurkan vegetasi yang mengelilinginya.. dan merubah area ini menjadi lahan tandus, sejauh ini, pemerintah peruvia, telah memasukkan kota berpenduduk 35 ribu jiwa ini di dalam daftar perbaikan lingkungan.

9. Cubatao Valley (Brazil)
Daerah yang dihuni lebih dari 2 juta jiwa adalah daerah industri dan pusat produksi kimia di brazil, Sungai Cubatao yang merupakan sumber air utama untuk daerah ini telah tercemar oleh 1.5 juta ton kotoran per tahun dan lebih dari 10.000 KG sampah industri kimia per tahun. sebuah studi pada tahun 1980 menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk mengalami TBC, Pneumonia, Emphysema dan penyakit gangguan pernapasan lainnya. Sejak tahun 2000. Perusahaan air baru di brazil telah berusaha untuk membersihkan kawasan Cubatao dengan menginvestasikan dana sebesar $2.1 Milliar

10. Kabwe (Zambia)
Sudah 92 tahun, penambangan timah dan tembaga di luar kabwe, zambia kehabisan sedikit perlindungan lingkungannya, sudah lebih dari satu dekade sejak peleburannya berhenti. dan tingkat timah yang ditemukan pada rata rata anak yang mandi di sumber air yang terkontaminasi timah dan juga tanah yang tercemar, masih lebih 5 sampai 10 x dari batas maksimum yang diperbolehkan oleh US EPA. dalam beberapa kasus, anak anak banyak membawa level fatal dari kontaminasi, sejauh ini bank dunia telah menyediakan dana $ 40 Miliar untuk membantu merelokasi beberapa warga di kabwe, dan beberapa grup lokal dan internasional telah mengimplementasikan program extensive untuk mengajarkan penduduk tentang racun timah.

Sumber : http://serba-sepuluh.blogspot.com/2010/01/daftar-10-kota-paling-tercemar-di-dunia.html#ixzz0z1IXl0VH

Jumat, 03 September 2010

10 Jenis Hiu Terbesar Yang Masih Hidup di Dunia Saat Ini

Terdapat 360 species yang terbagi dari 8 kelas ikan hiu. Beberapa jenis ikan-ikan hiu adalah pemangsa (predators) dan ada juga yang benar-benar jinak. Bentuk dari hiu ini pun berwariasi, ada yang besar, ada juga yang kecil. Di bawah ini adalah 10 jenis ikan hiu terbesar di dunia.

10. Bigeye Thresher Shark



Jenis ikan hiu Bigeye Thresher, Alopias superciliosus, menempati urutan ke-10 jenis hiu terbesar di dunia. Hiu jenis Bigeye Thresher dapat di temukan di daerah laut khatulistiwa dan dapat di temukan di kedalaman 1.650 kaki di dasar laut. Hiu Bigeye Thresher mempunyai ciri khas berwarna abu keunguan dan dapat hidup sepanjang 15.1 kaki dan mencapai besar hingga 795 lbs (360.60 kg).

9. Bluntnose Sixgill Shark


Hiu Bluntnose Sixgill, Hexanchus griseus, adalah jenis hiu ke-9 terbesar di dunia dan sering di kenal dengan hiu sapi. Hiu Bluntnose Sixgill adalah jenis dari family Hexanchidae. Kebanyakan jenis dari saudara hiu ini sudah punah. Warna dari jenis hiu ini pun bervariasi dari warna coklat hingga mendekati hitam. Hiu-hiu ini dapat hidup hingga sepanjang 15.8 kaki, tetapi hiu lebih besar dengan jenis ini pun pernah terlihat.

8. Thresher Shark



Hiu ini jenis keturunan hiu besar yang dapat hidup sepanjang 18 kaki. Ini yang menyebabkan hiu Thresher menduduki posisi ke-8 hiu terbesar dunia. Hiu ini biasa nya hidup di perairan laut khatulistiwa dunia. Hiu Thresher seringkali terlihat ramping tetapi jangan tertipu oleh muslihat nya, karena hiu ini dapat mencapai berat hingga 1100 lbs (498.95 kg).

7. Great Hammerhead Shark


http://www.swordfishingcentral.com/albums/hammerhead-shark/great_hammerhead.jpg

Great Hammerhead, Sphyma mokarran adalah hiu terbesar dari semua jenis hiu hammerhead yang dapat hidup sehingga 20 kaki. Great Hammerheads dapat di temukan di seluruh dunia layaknya hiu - hiu yang hidup di perairan khatulistiwa.
Berbeda dengan hiu lainnya, hiu Great Hammerhead ini merasa manusia sebagai bahaya, mereka (Great Hammerheads) bersifat sedikit lebih pemalu di banding hiu - hiu lain, dan sering kali terlihat menghindari manusia. Hiu Great Hammerhead terbesar yang pernah di tangkap oleh manusia adalah jenis betina dengan berat 1280 lbs (580,59 kg).

6. Greenland Shark



Hiu Greenland Shark dengan nama latin Somniosus Microcephalus atau di kenal dengan sleeper shark, gurry shark, ground shark, grey shark atau Inuit Eqalussuaq. Hiu ini adalah hiu yang besar dan dapat di temukan di sekitar perairan Atlantic utara, terlebih banyak di dekat Greenland dan Iceland.

Hiu jenis ini dapat hidup sepanjang 21 kaki dan hidup selama 200 tahun. Hiu jenis ini terkenal dengan binatang bertulang punggung yang pernah hidup terlama. Mereka cenderung hidup di kedalaman 6600 kaki di bawah permukaan laut, akan tetapi hiu Greenland ini pernah tertangkap kamera di laut dangkal serendah 24 kaki.


5. Pacific Sleeper Shark



Hiu Pacific Sleeper, Somniosus pacificus, adalah hiu terberat lainnya yang dapat hidup sepanjang 23 kaki dan berat hingga 800 lbs (362,87 kg). Satu hal yang membuat hiu jenis ini menarik adalah mereka adalah salah satu dari sedikit jenis hiu yang dapat di temukan di daerah bertemperatur rendah (daerah menghadap kutub). Mereka biasanya hidup di laut dalam, dengan kedalaman hingga 6500 kaki di bawah permukaan laut.

4. Tiger Shark



Tiger Shark, Galeocerdo Cuvier menempati urutan ke 4 hiu terbesar di dunia dengan panjang hingga 24.3 kaki. Hiu besar ini mampu hidup hingga 2000 lbs (907,18 kg) dan sangat terkenal dengan kekejamannya.
Tidak hanya memakan semua jenis kehidupan laut, tetapi mereka (Tiger) juga terkenal sering menyerang perenang. Sesuai namanya, hiu ini sangat mirip dengan corak harimau, mereka biasanya hidup di daerah perairan khatulistiwa, tetapi lebih cenderung di sekitar perairan Pacific.

3. Great White Shark



Great White Shark, Carcharodon Carcharias, adalah salah satu dari hiu yang terganas di dunia. Hiu ini dapat hidup sepanjang 26.2 kaki dan berat hingga 5000 lbs (2267.96 kg). Hiu Great White adalah hiu terakhir dari jenis spesies Carcharodon. Hiu ini dapat di temukan di dekat pantai di semua lautan, jadi jika kalian lagi liburan, pastikan untuk tidak berenang bersama jenis ini.

2. Basking Shark



Hiu Basking, Cetorhinus Maximus adalah salah satu hiu yang sangat besar dan menjadikan hiu basking ini menempati posisi ikan hiu terbesar ke 2 dunia. Hiu basking ini dapat hidup sepanjang 40 kaki dan pernah tertangkap dengan berat hingga 19 ton. Akan tetapi meskipun berbadan besar, hiu jenis ini cenderung lambat dan bukanlah predator / pemangsa.

1. Whale Shark



Whale Shark, Rhincodon Typus adalah hiu terbesar di dunia. Meskipun besar, hiu paus (Whale Shark) ini juga bukanlah pemangsa, mereka adalah hiu yang bergerak lambat yang hanya memakan phytoplankton atau binatang yang sangat kecil yang hidup di laut.
Hiu paus ini dapat hidup sehingga 41 kaki dan berat hingga 15 ton. Hiu paus ini sama seperti hiu lainnya yang dapat di temukan di sekitar laut khatulistiwa dan perairan yang hangat. Spesies yang berasal dari kehidupan 60 juta tahun yang lalu ini mampu hidup hingga 70 tahun lamanya.


Kamis, 02 September 2010

7 Air Terjun Yang Langsung Jatuh Ke Laut

1. Un salto a la Playa di California


Sebuah air terjun yang relatif di Julia Pfeiffer Burns Taman Negara. Tapi sangat indah, namanya
The Kaskade McWay

http://farm5.static.flickr.com/4031/4451114646_2dcf954eb9_z.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4069/4658538878_00932c03eb_z.jpg

2. Otro salto a la Playa di California.


Alamere adalah air terjun, turun yang mengalir langsung ke laut.

http://farm4.static.flickr.com/3321/3520737100_95b1197824_z.jpg?zz=1


3.Sebuah air terjun ke laut di Skotlandia (Kilt Rock Waterfall)


Dari 105 meter, di Isle of Skye di Skotlandia, kita menemukan lompatan dari Kilt Rock.

http://farm1.static.flickr.com/158/436817241_239b2598ff_z.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2432/3555993657_28f1eb262a_z.jpg


4. Duden Falls, turun ke laut di Antalya, Turki


Di provinsi Antalya, di Turki, melompat, serangkaian Duden Sungai berakhir dengan cara spektakuler dengan setetes air langsung ke Mediterania.

http://farm3.static.flickr.com/2411/1938147201_d1aa753ee8_z.jpg?zz=1

http://farm3.static.flickr.com/2561/4005829540_feebb250af_z.jpg


5. Jeongbang di Pulau Jeju


Di Korea Selatan, adalah salah satu dari hanya air terjun jatuh ke laut di seluruh Asia. Terletak di pulau Jeju, surga untuk pasangan bulan madu dari Korea Selatan, air terjun yang menghadap ke laut dari ketinggian 23 meter.

http://farm1.static.flickr.com/90/276030421_c7f95e6bf6_z.jpg?zz=1



6.Falls di fjords Selandia Baru (Sounds Milford)


Di Selandia Baru, daerah Milford Sound kartu hadiah yang megah, tetapi hanya terlihat dalam yang sangat baik dari perahu. The garis pantai yang berbatu dari fjords sebagai jurang naik sampai 1200 meter, dan air terjun, jatuh fashion spektakuler dari atas.

http://farm4.static.flickr.com/3059/2388512649_28b5e4a36d_z.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2083/2239533347_14cd0c32ba_z.jpg


7. Seven Sister di Fjord Geiranger (Geirangerfjord)


Di Norwegia, lanskap lain magis dari fjords dan air terjun yang ditemui di Fjord Geiranger.

http://farm2.static.flickr.com/1236/729110539_21e511e6b7_z.jpg?zz=1

5 Orang Yang Berhasil Bertahan Hidup Dari Eksekusi Mati

Biasanya kalau seseorang di vonis mati, maka umur dari si tersangka dapat dikatakan sudah berada di tangan para eksekutor. Namun, ada beberapa orang yang berhasil survive dari proses pencabutan nyawa yang dilegalkan oleh hukum tersebut. Cara mereka bisa survive tersebut juga bermacam-macam.

Anne Green

Dieksekusi mati dengan cara digantung ketika berumur 22 tahun. Pada masa itu, hukuman gantung dilaksanakan dengan cara si napi disuruh naik tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya.

Setelah tergantung slama 1/2 jam, tubuh anne diturunkan dan diberikan pada pihak universitas sebagai bahan kuliah anatomi. Namun, setelah di kampus, peti dibuka dan dokter mendengar suara bernapas dari tenggorokannya.

Mereka segera memberinya minum. Dua belas jam setelah eksekusi, Anne sudah bisa bicara beberapa kata. Beberapa tahun kemudian Anne akhirnya menikah dan punya 3 orang anak, serta dapat hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi yang membuatnya terkenal itu.

Setelah kasus ini, terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya, shingga dapat mati secara cepat.


John Henry George Lee

John merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, Miss Emma ditemukan tewas dengan leher yang tersayat pisau dan rumahnya terbakar. John kemudian dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung. Menurut jadwal, John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.

Ketika sudah hari-H, John dibawa keluar dari selnya untuk menuju tempat eksekusi. Namun, trap door (pintu penyekat antar zona penjara) macet. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi tiga kali.

Di tengah kebingungan pihak penjara dan eksekutor, John dikembalikan ke sel nya. Dan beberapa hari kemudian, hukumannya diubah menjadi kurungan seumur hidup.


William Duell

Ketika berusia 16 tahun, William divonis mati dengan cara digantung. Akibat tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis di Village of Tyburn, London.

Sama seperti bu Anne, jasad dari William rencananya akan dimanfaatkan di kuliah medical training, sesuai dengan prosedur regular pada waktu itu. Setelah dinyatakan mati, jasadnya dibawa ke universitas.

Kemudian setelah pakaian nya dilucuti dan diletakkan di atas papan, ada seorang petugas lab yg menyadari bahwa jasad william bernapas. Makin lama, william bernapas makin cepat. Dan dalam 2 jam, ia sudah bisa duduk. Malam itu juga, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan hukumannya menjadi hukuman kurungan.


Joseph Samuel

Joseph divonis mati dengan cara digantung setelah dituduh melakukan perampokkan rumah seorang wanita kaya dan polisi yang menjaga rumah tersebut ikut terbunuh.

Joseph memang mengakui perampokkan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Joseph merampok rumah tersebut bersama gengnya. Si kepala geng dilepaskan karena kurangnya barang bukti.

Pada 1803, Joseph dibawa bersama napi lain ke Parramatta, di mana sudah ada ratusan orang yang datang untuk melihat eksekusi ini. Setelah berdoa, Joseph naik ke atas gerobak dan di lehernya dikalungkan tali. Setelah siap, gerobak tersebut ditarik.

Bukannya menggantung tubuh Joseph, tali tersebut malah putus. Algojo coba lagi, tetapi kali ini tali tersebut selip dan kaki Joseph menyentuh tanah. Di tengah kegaduhan penonton, algojo coba lagi untuk ketiga kali. Tali tersebut kembali putus.

Kali ini petugas di lokasi mengabarkan gubernur tentang peristiwa ini. Setelah mengetahuinya, gubernur mengubah hukuman Joseph menjadi kurungan seumur hidup. Gubernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan, bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut.


Wenseslao Moguel

Moguel divonis mati dengan cara ditembak oleh regu tembak kepolisian. Ia ditembak 9 kali, termasuk 1 peluru terakhir yang ditembakkan ke kepalanya oleh komandan regu dalam jarak dekat untuk memastikan kematiannya.

Entah bagaimana, Moguel bisa bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri. Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut.

Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley's Believe It or Not. Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat.


Sumber : reviesta.blogspot.com